Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat

Hemm… mungkin kalo di Sumatera Selatan pasti banyak versi tentang dimana keberadaan Si Pahit Lidah sebenarnya ada yang bilang Si Pahit Lidah itu berasal dari Baturaja ada juga yang bilang Si Pahit lidah itu berasal dari Lampung, tapi kali ini saya akan membahas keberadaan Si Pahit Lidah di OKU Selatan tepatnya di daerah Banding Agung..

Ceritanya ni, konon kata masyarakat sekitar Banding Agung Si Pahit Lidah merupakan Puyang mereka atau bisa dikatakan tetua di adat mereka. Lagenda si Pahit Lidah bermulai pada saat si Pahit Lidah henda berkelana, si Pahit Lidah selalu mengutuk orang jika orang tersebut tidak mematuhi perintah Si Pahit Lidah. Sehingga banyak orang yang takut bahkan tidak menyukai si Pahit Lidah.

Berita kesaktian si Pahit Lidah terdengar oleh si Mata Empat yang memiliki rasa keingin tahuan siapa Si Pahit Lidah itu sebenarnya. Akhirnya singkat cerita Si Mata Empat menemukan Si Pahit Lidah dan ia mengajak Si Pahit Lidah mereka mengadu kesaktiannya, menurut cerita, si Pahit Lidah menantang si Mata Empat untuk bertanding mengelilingi Danau Ranau secara cepat mungkin tanpa bantuan apapun dan  dengan suara yang sangat lantang si Mata Empat pun menyanggupi tantangan dari Si Pahit Lidah.

Namun sebelum adu mengelilingi Danau Ranau tersebut, Si Mata Empat mengajukan suatu usulan yaitu adu ketangkasan memanjang buah aren , untuk mengadu ketangkasan ini Si Pahit Lidah disuruh oleh Si Mata Empat untuk memanjat pohon aren yang sedang berbuah gunanya untuk meruntuhkan buahnya, sedangkan Si Mata Empat tidur-tiduran dibawah pohon tersebut dengan posisi tengkurup. Ternyata tanpa sepengetahuan Si Pahit Lidah, si Mata Empat memliki 2 mata disisi belakang kepalanya sehingga ketika si Pahit Lidah mematahkan tangkai buah aren yang dimaksudkan supaya menimpa Si Mata Empat, dengan gesit dan lincahnya Si Mata Empat langsung mengelak dari pohon tersebut danakhirnya Si Mata Empat pun terhindar dari bahaya tersebut.

Tibalah giliran Si Mata Empat memanat buah aren. Sedangkan si Pahit Lidah tidur-tiduran seperti peraturan yang sudah ditentukan, karena Si Mata Empat kesal hampir dicelakai oleh Si Pahit Lidah akhirnya dia membalasnya dengan mematahkah cabang pohon yang sangat besar dan akhirnya mengenai badan Si Pahit Lidah dan akhirnya Si Pahit Lidah pun tewas ditempat.

Dibalik hal tersebut ternyata Si Mata Empat memiliki ras keingintahuan yang kuat tentang si Pahit Lidah dia berpikir “ apakah benar lidahnya si Pahit Lidah itu terasa sangatttttttttt pahit” akhirnya ia menjulurkan tangannya kedalam mulut si Pahit Lidah dandicicipinya air liur Si Pahit Lidah tersebut sehingga akhirnya Si Mata Empat pun tewas ditempat kejadian.

Setelah kejadian tersebut, mereka dikebumikan didekat Danau Ranau oleh masyarakat setempat dan setiap akan dimulainya acara penting disana, para tetuah disana tidak lupa menyuruh penduduk setempat untuk berdoa didekat kuburan Si Mata Empat dan Si Pahit Lidah untuk sebagai tanda penghormatan bagi mereka.

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: